SUKARAJA – Siapa bilang menjaga bahasa hanya soal berbicara dengan baik? Mahasiswa Universitas Nurul Huda (UNUHA) membuktikan bahwa bahasa juga bisa menjadi panggung untuk berkarya, berekspresi, dan menunjukkan bakat terbaik.
Semangat tersebut mewarnai kegiatan Pemilihan Duta Bahasa Universitas Nurul Huda 2026 yang mengusung tema “Merawat Bahasa, Mengakar Budaya, Gemilang di Cakrawala.”
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Layanan Bahasa Universitas Nurul Huda di bawah koordinasi Kepala Pusat Layanan Bahasa, Dwi Andriani, M.Pd., ini diikuti oleh 17 peserta, terdiri dari 3 laki-laki dan 14 perempuan. Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus menampilkan kreativitas dan potensi diri yang mereka miliki.
Suasana kegiatan semakin semarak ketika satu per satu peserta tampil menunjukkan bakat terbaik mereka. Beragam penampilan disuguhkan, mulai dari pembacaan puisi, ceramah, bernyanyi, bercerita, berpantun, menjadi pembawa acara (MC), hingga stand-up comedy. Berbagai penampilan tersebut menghadirkan warna tersendiri dan membuktikan bahwa bahasa dapat menjadi media untuk menyampaikan gagasan, menghibur, serta menginspirasi orang lain.
Menariknya, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi dan menampilkan bakat terpendam mereka. Tidak hanya mengandalkan kemampuan berbicara, para peserta juga menunjukkan keberanian, kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan mengolah kata menjadi penampilan yang menarik. Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk terus mengasah potensi dan berani tampil di hadapan publik.
Pemilihan Duta Bahasa UNUHA 2026 juga menghadirkan dewan juri yang kompeten, yakni Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda, Dedi Mardiansyah, M.Pd., serta Wakil Rektor III Universitas Nurul Huda, Dr. Ade Rosad, M. Pd. Aipda Parawiyoto, S.H. Kehadiran dewan juri diharapkan dapat mendukung proses penilaian yang objektif sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan kegiatan.
Melalui ajang ini, UNUHA tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan bakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya generasi muda yang mampu menggunakan bahasa sebagai sarana komunikasi, kreativitas, dan pelestarian budaya. Sesuai tema yang diusung, mahasiswa diharapkan mampu merawat bahasa, tetap berakar pada budaya, serta terus melangkah menuju prestasi yang lebih luas.
Pemilihan Duta Bahasa UNUHA 2026 menjadi bukti bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk bersinar dengan caranya masing-masing. Dengan keberanian untuk tampil dan semangat untuk terus berkembang, bakat yang semula tersembunyi dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Satu panggung, beragam talenta, satu semangat untuk bahasa dan budaya! UNUHA terus mendorong generasi muda agar berani berkarya, percaya diri, dan siap bersinar hingga cakrawala dunia.*


