SUKARAJA – Semangat santri dan cinta negeri terasa begitu kental dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda.

Kegiatan berlangsung khidmat melalui upacara peringatan yang dilaksanakan di Kampus B Sukaraja dan Kampus C Tanah Merah, dengan melibatkan seluruh unit pendidikan di lingkungan yayasan.
Upacara peringatan Hari Santri Nasional ini diikuti oleh keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda, mulai dari RA, MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, hingga seluruh civitas akademika Universitas Nurul Huda dan mahasiswa.
Upacara di halaman Kampus B dilaksanakan Pukul 08.00 WIB dengan Pembina upacara Gus Muhammad Aliq Dzinnur. Hadir sejumlah pengurus YPPNH Sukaraja Gus Zein, Rektor UNUHA M. Fathoni, M.Pd.I, Wakil Rektor III Dr. Ade Rosad, M.Pd, Ketua Bidang Penjamin Mutu YPPNH Norkholis jajaran pengurus, dosen, guru, ustadz dan ustadzah serta mahaiswa santri.
Kebersamaan lintas jenjang pendidikan tersebut menjadi gambaran kuatnya persatuan dan semangat dalam menjaga nilai-nilai kepesantrenan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

Pelaksanaan upacara berlangsung dengan khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para santri dan ulama yang turut berperan dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga nilai keagamaan, memperkuat persatuan, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Tak hanya berlangsung khidmat, kemeriahan Hari Santri Nasional 2026 juga diwarnai dengan perlombaan kostum yang menambah semarak suasana peringatan. Kegiatan ini menghadirkan nuansa kebersamaan dan kreativitas, sekaligus menjadi ruang bagi para peserta untuk mengekspresikan semangat santri dengan cara yang menarik dan penuh keceriaan.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai keislaman, nasionalisme, kedisiplinan, dan kebersamaan kepada seluruh peserta didik maupun mahasiswa.
Semangat Hari Santri diharapkan tidak hanya terasa dalam perayaan, tetapi juga terus hidup dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Usai pelaksanaan upacara dilanjutkan dengan kegiatan perlombaan.*



