UNUHA Sukses Gelar Yudisium Angkatan ke-II, 218 Mahasiswa Sandang Sarjana

SUKARAJA – Universitas Nurul Huda (UNUHA) Sukaraja, Kabupaten OKU Timur menggelar Yudisium Angkatan ke-II yang diikuti 218 mahasiswa.

Acara bertemakan “Membentuk Alumni Yang Unggul Cerdas dan Berakhlaq di Era Digital” tersebut digelar di halaman Kampus B, Senin 4 Desember 2023.

Pada Yudisium Angkatan ke-2 ini, melibatkan dua fakultas yakni Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Untuk Fakultas FAI diikuti mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Sementara Fakultas FIP diikuti Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Fisika dan Pendidikan Ekonomi. “Hari ini (Senin, red) mahasiswa yang lulus sebanyak 218 orang mengikuti Yudisium. Kemudian akan dilanjutkan acara Wisuda pada Rabu 6 Desember 2023 nanti,” ungkap Ketua Panitia Effendi, S.Pd.Si, M.Pd saat dibincangi disela-sela kegiatan.

Effendi mengatakan, dalam Yudisium kali ini panitia menyaring berdasarkan IPK (Indeks Prestasi Komulatif) tertinggi. “Ada enam mahasiswa lulusan terbaik yang tersebar pada enam prodi. Panitia mengambil satu orang dari masing-masing prodi berdasarkan IPK tertinggi,” terangnya.

Enam mahasiswa lulusan terbaik yaitu Surami (PAI), Ainun Ummi Sholikhah (Pendidikan Fisika), Ella Widya Rizki (Pendidikan Ekonomi), Lia Dwi Alfatimah (PBSI), Nyoman Gestiyana (PBI) dan Redi Firmansyah (PGMI). “Lulusan terbaik ini akan diberikan Reward berupa Medali Emas dan Uang Pembinaan dari sponsor wisuda tahun ini,” ungkap Effendi.

Sementara itu, Yudisium Angkatan ke-II Tahun 2023 berlangsung sukses dan lancar. Hadir langsung Ketua Yayasan Pondok Pesantren (PP) Nurul Huda Drs. H. Tasdiq, M.Pd, Rektor UNUHA Dr. H. Imam Rodin, M.Pd, para Dekan, Kaporodi, Dosen dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor UNUHA Dr. H. Imam Rodin, M.Pd. mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah lulus dan menjadi sarjana. “Hari ini, merupakan moment yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa. Yakni menjadi seorang sarjana. Saya ucapkan selamat, semoga ilmu yang diperoleh barokah,” kata Imam.

Secara khusus Imam menyampaikan, mahasiswa harus memiliki ciri khas tersendiri, untuk membedakan dengan yang lainnya. Sebab, jika dilihat secara kuantitas, jumlah sarjana saat ini telah banyak. Untuk itu, sebagai lulusan yang menyandang predikat sarjana harus memiliki pembeda.

“Apa pembedaanya? Kalian harus memiliki adab. Harus tetap mengedepankan akhlakulkarimah, sopan santun dan kejujuran. Inilah yang harus kalian miliki dan harus dipertahankan. Pintar tapi tidak berakhlak untuk apa, pintar tidak jujur juga untuk apa. Inilah pentingnya nilai-nilai akhlakulkarimah,” tegas Imam di hadapan peserta Yudisium.

Ungkapan sama juga disampaikan Ketua Yayasan PP Nurul Huda Drs. H. Tasdiq, M.Pd. Menurutnya, pentingnya akhlakulkarimah bagi setiap orang. “Kita harus tetap mengedepankan akhlak. Selalu menjaga ucapan yang keluar dari mulut kita,” terang Tasdiq.

Tasdiq berpesan, seorang sarjana harus mandiri. Jangan bergantung pada orang lain, harus mampu membuat lapangan pekerjaan sendiri, dan berkiprah untuk masyarakat. “Jadikan ilmu yang didapat sebagai modal mengembangkan kompetensi diri, jujur, dan bekerja keras,” imbuhnya. (jang/eko/NHMC)

Nurul Huda Media Center
Nurul Huda Media Center
Articles: 9

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *