Berita
Dari Botol Bekas Jadi Lampion Merah Putih, Mahasiswa UNUHA dan Santri ASPI Hidupkan Semangat Kemerdekaan
SUKARAJA – Siapa sangka botol air mineral bekas bisa berubah menjadi hiasan yang cantik!
Di tangan mahasiswa Universitas Nurul Huda (UNUHA) dan santri ASPI Pusat Nurul Huda, botol bekas disulap menjadi lampion merah putih.
Kreativitas tersebut dilakukan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lampion hasil karya mahasiswa dan santri nantinya menghiasi lingkungan Pondok Pesantren ASPI Pusat Nurul Huda.

Kreativitas mahasiswa, botol yang sebelumnya dianggap sebagai sampah berubah menjadi hiasan bernuansa kemerdekaan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat. Mahasiswa dan santri bekerja bersama sejak awal.
Mereka menyiapkan botol bekas. Mereka memasukkan balon merah dan putih ke dalam botol. Plastik merah dan putih kemudian digunakan sebagai ekor lampion.
Sederhana, tetapi hasilnya menarik.
Botol yang sebelumnya dianggap sebagai sampah berubah menjadi hiasan bernuansa kemerdekaan.
Kegiatan ini bukan hanya tentang membuat lampion. Ada pesan lingkungan yang ingin disampaikan.
Para santri diajak memahami bahwa barang bekas masih bisa dimanfaatkan. Dengan kreativitas, barang yang tidak terpakai dapat memiliki nilai baru.
Salah satu mahasiswa UNUHA, Arum Ilmawati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mengajak para santri lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kami ingin mengajak adik-adik santri melihat bahwa botol bekas tidak selalu menjadi sampah. Dengan sedikit kreativitas, botol bekas dapat disulap menjadi lampion yang indah untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman positif bagi para santri.
“Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi mereka agar lebih peduli terhadap lingkungan dan terbiasa memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat,” tambahnya.
Kebersamaan mahasiswa dan santri juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.
Mereka saling membantu. Mereka berbagi ide. Mereka bekerja dalam suasana penuh keceriaan.
Selain mempercantik lingkungan pesantren menjelang Agustusan, kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas dan semangat gotong royong.
Pemanfaatan botol bekas juga memberikan manfaat bagi lingkungan. Salah satunya mengurangi sampah plastik.
Kegiatan ini sekaligus mengenalkan pentingnya daur ulang kepada para santri. Mereka belajar bahwa kreativitas dapat menjadi solusi sederhana untuk mengurangi sampah.
Lebih dari sekadar lampion, karya tersebut menjadi simbol semangat kemerdekaan.
Merah putih menghiasi lampion. Kreativitas menghiasi kegiatan. Gotong royong menghidupkan suasana.
Dari barang bekas, lahir karya kreatif. Dari kegiatan sederhana, tumbuh kepedulian terhadap lingkungan dan semangat untuk terus berkarya.
UNUHA dan santri ASPI Pusat Nurul Huda membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara sederhana, kreatif, dan penuh makna.*
