Berita
Membumikan Ecotechnopreneurship Pesantren di Batanghari Sembilan: Sinergi UNUHA, Tani Merdeka, dan Pemprov Sumsel untuk Daulat Pangan
Oleh: DMS. Harby*
PENINGKATAN produktivitas pertanian nasional di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem membutuhkan terobosan yang tidak hanya mengandalkan teori di atas kertas, tetapi aksi nyata di tingkat tapak.
Mempertajam peran perguruan tinggi berbasis pesantren, Universitas Nurul Huda (UNUHA) hadir membawa spirit Ecotechnopreneurship Pesantren dalam momentum Panen Raya Padi IP-200 di Desa Suka Cinta, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan strategis ini dirangkai dengan penyerahan dokumen Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antara UNUHA dan Tani Merdeka Indonesia (TMI) Sumatera Selatan, yang disaksikan secara langsung oleh Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia Pusat, Don Muzakir, serta Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., di hadapan ribuan petani dan masyarakat setempat.
Mendorong Penyiapan Laboratorium Sains Pertanian Terpadu
Tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan di atas kertas, pada kesempatan tersebut UNUHA secara resmi menyerahkan proposal pengembangan Laboratorium Sains Pertanian Terpadu. Latar belakang penyerahan proposal ini didasari oleh rampungnya pembangunan fisik gedung laboratorium yang telah didanai secara mandiri oleh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda (YPPNH) Sukaraja.
Gedung yang dirancang modern ini memiliki konsep dasar sebagai Laboratorium Sains Pertanian di lantai dasar, sementara bagian atasnya dibangun sebagai auditorium multifungsi. Kehadiran auditorium ini dirancang tidak hanya untuk menunjang kegiatan akademik lintas program studi dan fakultas di lingkungan UNUHA, tetapi juga untuk kebutuhan satuan pendidikan di lingkungan Yayasan PPNH Sukaraja bahkan terbuka untuk difungsikan sebagai pusat pendidikan, pelatihan (diklat), dan konsolidasi jejaring masyarakat yang lebih luas, termasuk bagi Tani Merdeka Indonesia di wilayah kerja Sumatera Selatan.
Mewakili Rektor UNUHA Mukhamad Fathoni, M.Pd.I., Wakil Rektor IV sekaligus Pelaksana Tugas Wakil Rektor III, Dr. Ade Rosad, M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Melalui kemitraan strategis ini, Tani Merdeka Indonesia berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan kapasitas dan penyediaan instrumen peralatan riset di Laboratorium Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi UNUHA agar dapat segera beroperasi penuh sebagai pusat riset tanah, bioteknologi, sertifikasi, serta pelatihan presisi bagi para petani di kawasan DAS Komering dan Batanghari Sembilan.
Mewujudkan “Living Laboratory” dan “Engine” Sistem Mutu Pesantren Kurikulum (SMPK)
Pengembangan Laboratorium Sains Pertanian Terpadu dan penguatan riset pertanian presisi ini menemukan pijakan filosofis dan kelembagaan yang sangat kokoh dalam Naskah Deklarasi Sistem Mutu Pesantren Kurikulum (SMPK) YPPNH Sukaraja yang dideklarasikan pada 24 Mei 2026. Deklarasi SMPK menegaskan komitmen pesantren dalam membangun tata kelola mutu terpadu berbasis sanad, sains, literasi, digitalisasi, living laboratory, dan sustainability ecosystem menuju 50 Tahun PPNH Sukaraja pada 9 September 2030.
Dalam kerangka SMPK tersebut, Universitas Nurul Huda ditetapkan secara strategis sebagai knowledge engine dan system engine dalam pembangunan tata kelola peradaban Pesantren Kurikulum Indonesia Abad XXI. Dengan demikian, kehadiran Laboratorium Sains Pertanian Terpadu bukan sekadar sarana fisik riset agribisnis, melainkan wujud konkret living laboratory yang mengintegrasikan nilai-nilai keilmuan pesantren (kitab) dengan pengabdian nyata di tengah masyarakat (khidmah).
Integrasi Tiga Pilar: Eco, Techno, dan Preneurship
Konsep Ecotechnopreneurship yang diusung UNUHA bukan sekadar terminologi akademik, melainkan kristalisasi nilai-nilai keumatan dan lokalitas bentang alam Batanghari Sembilan. Dalam ranah praktis, konsep ini memadukan tiga pilar utama.
Pertama, Eco (Eko-Teologi & Pelestarian Lingkungan). Konsep ini memandang kelestarian tanah rawa lebak dan tata kelola air sebagai bagian dari imaratul ard (memakmurkan bumi). Peningkatan intensitas tanam dilakukan tanpa merusak daya dukung ekosistem lokal.
Kedua, Techno (Sains Pertanian Presisi PM-AAS). Konsep ini menerapkan metode Precision Modern Agriculture & Agribusiness System (PM-AAS) untuk mentransformasi pola tanam dari IP-200 menuju IP-300. Sentuhan sains presisi, pengoperasian laboratorium terpadu, penggunaan mekanisasi modern (Combine Harvester), serta penyiapan pengering Bed Dryer menjadi kunci efisiensi pascapanen.
Ketiga, Preneurship (Kedaulatan & Kemitraan Agribisnis). Konsep ini mendorong hilirisasi produk pertanian serta penguatan posisi tawar petani. Kolaborasi bersama Tani Merdeka Indonesia memastikan hasil panen memiliki nilai tambah ekonomi (economic value chain) yang berdampak langsung pada kesejahteraan para petani (wong tani utun).
Sinergi Tripartit Demi Kedaulatan Pangan
Komitmen UNUHA ini disambut hangat oleh Ketua Umum TMI Pusat, Don Muzakir, yang berharap kolaborasi ini melahirkan berbagai program inovatif yang membawa dampak positif luas, baik bagi insan akademik maupun kesejahteraan petani.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H. Gubernur menekankan bahwa kemitraan lintas sektor antara perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan seperti Tani Merdeka Indonesia merupakan ikhtiar nyata dan langkah strategis dalam memperkuat pembangunan daerah serta menjaga keberlanjutan pangan nasional di tengah tantangan iklim.
Penandatanganan kerja sama dan penyerahan proposal laboratorium ini disempurnakan dengan penyerahan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) secara simbolis berupa unit bed dryer kepada perwakilan kelompok tani Desa Suka Cinta, serta penukaran cenderamata plakat kolaborasi antara Pimpinan UNUHA dan DPP Tani Merdeka Indonesia.
Menghapus Stigma Menara Gading: Menuju Kampus Berdampak
Melalui kolaborasi di Muara Kuang ini, Universitas Nurul Huda (UNUHA) memosisikan diri sebagai pelopor peradaban agraris modern di Sumatera Selatan. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata pengejawantahan spirit Kampus Berdampak yang terus didorong oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Kemendiktiristek) di mana perguruan tinggi tidak lagi terisolasi di dalam ruang kelas (menara gading), melainkan hadir memberikan solusi langsung atas persoalan nyata di tengah masyarakat.
Dukungan infrastruktur gedung dan auditorium dari Yayasan PPNH Sukaraja yang disinergikan dengan jaringan Tani Merdeka Indonesia serta Pemerintah Daerah membuktikan bahwa riset sains pertanian pesantren siap menjadi daya penggerak utama. Dari bentang alam Batanghari Sembilan, UNUHA menegaskan peran akademisi dalam menghadirkan dampak sosial-ekonomi yang konkret demi mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
- Penulis adalah Ketua Senat Unuha, Kordinator Presidium Gerakan Masyarakat OKU Timur Bangkit untuk Aman, Rukun dan Unggul (GM OKUT BARU), Penasehat Kordinator Kecamatan Tani Merdeka Indonesia Buay Madang, Wakil Ketua PD Persatuan Tarbiyah Islamiyah Provinsi Bengkulu dan Mahasiswa S3 PAI Pascasarjana IAIN Curup.
