← Kembali
Berita

Sehari Penuh Inspirasi, Seribu Bekal untuk Masa Depan

10 September 2026 Nurul Huda Media Center 4 menit baca Berita

SUKARAJA – Memasuki hari kedua Orientasi Pengenalan Kampus dan Pesantren (OPKP) Universitas Nurul Huda (UNUHA) 2026, mahasiswa baru kembali disuguhi rangkaian materi yang sarat ilmu, wawasan, dan motivasi. Jika satu hari terasa begitu singkat, ilmu yang didapat justru terasa begitu banyak-satu hari, seribu ilmu untuk bekal perjalanan menjadi mahasiswa UNUHA.

Hari kedua OPKP tidak sekadar menjadi ruang untuk mengenal kampus lebih dekat, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami bagaimana membangun karakter, menjalani kehidupan akademik, mengembangkan potensi daerah, hingga menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.

Bekal Pertama: Membangun Karakter, Meningkatkan Mutu

Materi pertama menghadirkan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNUHA, Hastuti Retno Kuspiah, M.Pd., dengan pembahasan mengenai Strategi Pengembangan Karakter dan Mutu Mahasiswa.

Mahasiswa baru diajak memahami bahwa keberhasilan selama menempuh pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, serta kemauan untuk terus berkembang.

Melalui materi ini, mahasiswa didorong untuk menjadi pribadi yang tidak hanya mampu menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga memiliki kualitas diri yang siap menghadapi tantangan dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.

Bekal Kedua: Mengenal Dukungan dan Layanan Kemahasiswaan

Perjalanan menjadi mahasiswa tentu membutuhkan berbagai dukungan. Hal tersebut menjadi bagian dari materi Pembiayaan, Sarana, dan Layanan Kemahasiswaan yang disampaikan oleh Wakil Rektor II UNUHA, Ainur Rohmah, M.Pd.

Mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai aspek yang berkaitan dengan pembiayaan pendidikan, sarana dan prasarana, serta layanan yang dapat menunjang aktivitas mahasiswa selama berada di lingkungan UNUHA.

Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal ruang kelas dan lingkungan kampus, tetapi juga mengetahui berbagai fasilitas dan layanan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, berorganisasi, dan mengembangkan diri.

Bekal Ketiga: Memahami Dunia Akademik dari Perspektif Fakultas

Memasuki materi berikutnya, mahasiswa baru diajak menyelami lebih jauh tentang nilai, norma, dan orientasi akademik UNUHA dari perspektif fakultas.

Materi ini disampaikan oleh jajaran pimpinan fakultas, yakni Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UNUHA, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNUHA, dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNUHA.

Melalui sesi ini, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai kehidupan akademik di masing-masing fakultas, sekaligus memahami nilai dan norma yang perlu dijunjung tinggi sebagai bagian dari keluarga besar UNUHA.

Pesan yang dibawa pun jelas: menjadi mahasiswa berarti siap belajar lebih mandiri, bertanggung jawab terhadap proses akademik, serta menjaga etika dan nama baik almamater.

Bekal Keempat: Menggali Potensi Komering di Era Digital

Tak kalah menarik, mahasiswa baru juga diajak mengenal kekayaan lokal melalui materi Potensi Komering sebagai Muatan Lokal dan Strategi Digital UNUHA yang disampaikan oleh Pusat Kajian Komering.

Materi ini membuka wawasan mahasiswa bahwa budaya dan potensi lokal bukan sekadar warisan yang harus dijaga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber pengetahuan, kreativitas, dan inovasi di tengah perkembangan teknologi digital.

Mahasiswa didorong untuk melihat potensi Komering dengan perspektif yang lebih luas—bagaimana budaya lokal dapat diperkenalkan, dikembangkan, dan dipromosikan melalui strategi digital sehingga mampu dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.

Bekal Kelima: Menjadi Generasi yang Berkarakter dan Cinta Negeri

Rangkaian materi hari kedua kemudian semakin lengkap dengan pembahasan Kehidupan Berbangsa, Jati Diri, dan Bela Negara bagi Kader Pesantren dan NU yang disampaikan oleh Plt. Wakil Rektor III UNUHA, Dr. Ade Rosad, M.Pd.

Mahasiswa baru diajak memahami pentingnya memiliki jati diri sebagai generasi muda, menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.

Bela negara tidak selalu berarti berada di medan perjuangan. Bagi mahasiswa, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menjunjung nilai moral, berkontribusi bagi masyarakat, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat.

Sebagai bagian dari lingkungan kampus dan pesantren, mahasiswa UNUHA juga diharapkan mampu memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman, kepesantrenan, dan semangat kebangsaan.

Satu Hari Singkat, Seribu Ilmu yang didapat

Hari kedua OPKP UNUHA 2026 akhirnya menjadi perjalanan yang penuh warna dan makna. Dari karakter dan mutu mahasiswa, layanan kemahasiswaan, orientasi akademik, potensi budaya lokal, hingga wawasan kebangsaan—semuanya menjadi bekal yang saling melengkapi untuk mengawali perjalanan mahasiswa baru.

Satu hari mungkin terasa singkat, tetapi ilmu yang didapat menjadi bekal panjang untuk masa depan.

OPKP UNUHA 2026 bukan hanya tentang mengenal kampus dan pesantren, tetapi juga tentang menemukan arah, membangun karakter, mengenali potensi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, berbudaya, serta siap berkarya dan mengabdi untuk bangsa.*

Eksplorasi konten lain dari Universitas Nurul Huda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca