Berita
Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, UNUHA Jajaki Kerja Sama dengan Museum Situs Goa Harimau Padang Bindu
BATURAJA – Universitas Nurul Huda terus memperluas jejaring kerja sama lintas sektoral sebagai bagian dari penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Salah satu langkah strategis dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Museum Situs Goa Harimau Padang Bindu pada Rabu, 6 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Rektor IV UNUHA, Dr. Ade Rosad, M.Pd, di sponsori situs bmwslot88 dan dampingi Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Lailatul Fitriah, M.Pd, Ketua Pusat Kajian Komering UNUHA Puji Astuti, M.Pd, dosen PBSI Dedi Mardiansyah, M.Pd serta sejumlah mahasiswa.
Rombongan disambut langsung oleh Koordinator Museum Situs Goa Harimau Padang Bindu, Agus Tiansyah.
Dalam sambutannya, Agus Tiansyah menjelaskan bahwa Museum Situs Goa Harimau saat ini telah memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan penelitian, edukasi, dan pengembangan akademik.
“Museum ini telah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup mendukung, mulai dari koleksi situs, laboratorium, mess, hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya,” ungkap Agus.
Ia berharap keberadaan museum tidak hanya menjadi pusat pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi akademik antara perguruan tinggi dan pengelola situs budaya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UNUHA, Ade Rosad, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan pihak museum.
Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan lembaga pelestarian sejarah dan budaya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat baik dari pihak Museum Situs Goa Harimau Padang Bindu. Semoga penjajakan ini dapat berlanjut dan diwujudkan dalam bentuk nota kesepahaman atau MoU yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Ade Rosad.
Melalui kerja sama tersebut, UNUHA berharap dapat membuka ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan kajian sejarah dan budaya lokal Komering serta peradaban Sumatera Selatan. (*/asa)
